Tampilkan postingan dengan label tentang Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tentang Indonesia. Tampilkan semua postingan
Senin, 30 Agustus 2010
Ki Gendeng Pamungkas Akan Sweeping Mahasiswa IPB asal Malaysia
BOGOR - Selain menggelar aksi unjuk rasa dengan membakar bendera Malaysia dan keranda, puluhan orang dari dari Front Pribumi pimpinan Ki Gendeng Pamungkas berencana men-sweeping mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) asal Malaysia.
Inilah Pidato Bung Karno (Ganyang Malaysia) yang sempat membuat geger Malaysia
JAKARTA – Perseteruan antara Indonesia dan Malaysia kembali mencuat. Ketegagan negeri serumpun kali ini dipicu dari ditangkap dan disiksanya tiga petugas kelautan Indonesia oleh kepolisian Malaysia.
Kamis, 26 Agustus 2010
Ramadan dalam Tradisi Bali
Kerukunan beragama sangat tergambar di Bali yang sebagian besar penduduknya beragama Hindu. Pulau Dewata yang dua kali diluluhlantakkan bom bunuh diri teroris ini sangat menghargai keyakinan yang berbeda.
Itulah sebabnya, umat Islam yang termasuk golongan minoritas bisa menjalankan ibadah puasa dengan nyaman dan tenang di bulan Ramadan ini. Ritual yang sesuai ajaran Islam berjalan dengan baik, begitu juga tradisi adat Bali tetap hidup.
Itulah sebabnya, umat Islam yang termasuk golongan minoritas bisa menjalankan ibadah puasa dengan nyaman dan tenang di bulan Ramadan ini. Ritual yang sesuai ajaran Islam berjalan dengan baik, begitu juga tradisi adat Bali tetap hidup.
Surat Yaasiin dan Berkah Air
Masjid Shiratal Mustaqiem telah lama menjadi tempat yang sangat sakral di Samarinda, Kalimantan Timur. Di bulan Ramadan, sepanjang lima waktu masjid ini penuh jamaah. Tambah lagi yang bersalat sunat tarawih.
Sejak dibangun pada 1881, masjid di Jalan Pangeran Bendahara, Kelurahan Masjid, Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda, ini tak banyak berubah. Berdiri di areal seluas 2.028 meter persegi, ia dibuat dari kayu. Berawal dari pemancangan empat tiang utama (soko guru) yang disumbang empat tokoh di sana, yaitu Kapitan Jaya membawa sebatang dari loa Haur di Gunung Lipan, Pangeran Bendahara mengambil dari Gunung Dondang, Samboja, Petta Loloncang mencabut satu pohon dari Gunung Salo Tireng di Sungai Tiram, dan satu lagi diambil dari Sungai Karang.
Sejak dibangun pada 1881, masjid di Jalan Pangeran Bendahara, Kelurahan Masjid, Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda, ini tak banyak berubah. Berdiri di areal seluas 2.028 meter persegi, ia dibuat dari kayu. Berawal dari pemancangan empat tiang utama (soko guru) yang disumbang empat tokoh di sana, yaitu Kapitan Jaya membawa sebatang dari loa Haur di Gunung Lipan, Pangeran Bendahara mengambil dari Gunung Dondang, Samboja, Petta Loloncang mencabut satu pohon dari Gunung Salo Tireng di Sungai Tiram, dan satu lagi diambil dari Sungai Karang.
Langganan:
Postingan (Atom)