Kerukunan beragama sangat tergambar di Bali yang sebagian besar penduduknya beragama Hindu. Pulau Dewata yang dua kali diluluhlantakkan bom bunuh diri teroris ini sangat menghargai keyakinan yang berbeda.
Itulah sebabnya, umat Islam yang termasuk golongan minoritas bisa menjalankan ibadah puasa dengan nyaman dan tenang di bulan Ramadan ini. Ritual yang sesuai ajaran Islam berjalan dengan baik, begitu juga tradisi adat Bali tetap hidup.
Tampilkan postingan dengan label Info Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Kamis, 26 Agustus 2010
Ramadan di Pesantren Waria
Pukul lima sore itu, sejumlah waria mendatangi sebuah rumah. Bercat kuning, berhias dinding keramik warna gelap, plang bertuliskan Pondok Pesantren Khusus Waria: Senin-Kamis menggantung di samping pintu utama.
Tepat di belakang mulut gang Kampung Notoyudan, Gedong Tengen, Yogyakarta, pesantren itu berdiri. Tak seperti pondok pesantren umumnya yang lengkap dengan masjid, aula maupun kamar. Ini hanya rumah kontrakan biasa. Bahkan, ruang depan rumah difungsikan sebagai salon.
Tepat di belakang mulut gang Kampung Notoyudan, Gedong Tengen, Yogyakarta, pesantren itu berdiri. Tak seperti pondok pesantren umumnya yang lengkap dengan masjid, aula maupun kamar. Ini hanya rumah kontrakan biasa. Bahkan, ruang depan rumah difungsikan sebagai salon.
Puasa Mengharukan Si Penyapu Jalan
Hidup adalah perjuangan. Kata itu tampaknya cocok disematkan untuk Rusdijah (45). Betapa tidak, ibu beranak lima ini berjuang keras tiap hari demi bertahan hidup di tengah kerasnya kota Jakarta. Suaminya pengidap darah tinggi yang telah wafat lima tahun silam akibat terpeleset dari kamar mandi, membuatnya kian ikhlas menjalani hidup sebagai single parents.
Surat Yaasiin dan Berkah Air
Masjid Shiratal Mustaqiem telah lama menjadi tempat yang sangat sakral di Samarinda, Kalimantan Timur. Di bulan Ramadan, sepanjang lima waktu masjid ini penuh jamaah. Tambah lagi yang bersalat sunat tarawih.
Sejak dibangun pada 1881, masjid di Jalan Pangeran Bendahara, Kelurahan Masjid, Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda, ini tak banyak berubah. Berdiri di areal seluas 2.028 meter persegi, ia dibuat dari kayu. Berawal dari pemancangan empat tiang utama (soko guru) yang disumbang empat tokoh di sana, yaitu Kapitan Jaya membawa sebatang dari loa Haur di Gunung Lipan, Pangeran Bendahara mengambil dari Gunung Dondang, Samboja, Petta Loloncang mencabut satu pohon dari Gunung Salo Tireng di Sungai Tiram, dan satu lagi diambil dari Sungai Karang.
Sejak dibangun pada 1881, masjid di Jalan Pangeran Bendahara, Kelurahan Masjid, Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda, ini tak banyak berubah. Berdiri di areal seluas 2.028 meter persegi, ia dibuat dari kayu. Berawal dari pemancangan empat tiang utama (soko guru) yang disumbang empat tokoh di sana, yaitu Kapitan Jaya membawa sebatang dari loa Haur di Gunung Lipan, Pangeran Bendahara mengambil dari Gunung Dondang, Samboja, Petta Loloncang mencabut satu pohon dari Gunung Salo Tireng di Sungai Tiram, dan satu lagi diambil dari Sungai Karang.
Puasa 18 Jam Sehari (Kisah Muslim Jerman)
Puasa selama 18 jam sehari? Tentu sangat mengagetkan buat muslim Indonesia yang umumnya menjalani puasa di bulan Ramadhan selama 13 jam. Kekagetan itu dirasakan warga Indonesia, Erwida Maulia yang satu bulan ini mendapatkan kesempatan kursus dari pemerintah Jerman.
"Awalnya, pertama tahu bahwa kami harus puasa selama 18 jam (sepanjang musim semi), kami agak shock. Tapi, saya dan teman Indonesia yang satu itu bertekad akan mencoba dulu untuk betul-betul menjalaninya sesuai dengan waktu sini," tuturnya dari Berlin, Jerman, Kamis (19/08) dini hari waktu setempat.
"Awalnya, pertama tahu bahwa kami harus puasa selama 18 jam (sepanjang musim semi), kami agak shock. Tapi, saya dan teman Indonesia yang satu itu bertekad akan mencoba dulu untuk betul-betul menjalaninya sesuai dengan waktu sini," tuturnya dari Berlin, Jerman, Kamis (19/08) dini hari waktu setempat.
Shalat Tarawih dan Shalat Isya saat Sinar matahari masih terang yang hanya ada di Alaska
Terletak paling utara benua Amerika dan lebih dekat dengan benua Artik membuat Alaska identik dengan musim dingin berkepanjangan. Namun, dibalik dinginnya Alaska tersimpan satu hal yang begitu menghangatkan yakni keberadaan komunitas muslim di kawasan itu. Jumlahnya memang tidak banyak, tapi cukup menggambarkan betapa Islam mulai diterima dan diakui.
Langganan:
Postingan (Atom)