Tampilkan postingan dengan label Skandal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Skandal. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Agustus 2010

Heboh Video Mesum Luna Versi Bethelen

AMURANG, KOMPAS.com — Setelah heboh video mesum vokalis Peterpan dan Luna Maya, kini para orangtua di Amurang, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, kembali resah atas beredarnya video mesum berjudul Luna Bethelen di kalangan remaja.

Para orangtua di Amurang khawatir anak-anak mereka yang baru beranjak dewasa terpengaruh rekaman yang terlihat sengaja dibuat oleh pelaku prianya. "Sebagai orangtua saya khawatir sebab yang namanya video seperti itu cepat sekali merebaknya dari sesama handphone yang memiliki fasilitas canggih. Takutnya anak saya diperlihatkan temanya, perilakunya nanti jadi buruk," ujar Esther (55), seorang ibu rumah tangga, Minggu (29/8/2010).

Sabtu, 28 Agustus 2010

Wah....Sedang tren di Malaysia, Mahasiswa Menjual Tubuhnya demi Uang


PENANG - Demi meraih uang cepat, sekelompok mahasiswa di Penang, Malaysia termasuk mahasiswa asing diketahui menjual tubuhnya. Hal ini mereka lakukan karena ingin mendapatkan uang tanpa bekerja keras dan dapat memberi barang-barang mewah.

Rabu, 21 Juli 2010

Perkosa Mahasiswi, 2 Polisi Syariat Dibui 8 Tahun

BANDA ACEH- Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kota Langsa, Aceh, memvonis dua oknum polisi syariat Isam (Wilayatul Hisbah) 8 tahun penjara karena memerkosa seorang mahasiswi berinisial N (20).

Dalam sidang putusan mejelis hakim menyatakan, kedua terdakwa Feri Agus (28) dan Muhammad Nazir (29) bersalah secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 285 KUHPidana tentang pemerkosaan.

“Masing-masing terdakwa dijatuhkan hukuman delapan tahun,” kata Ketua Majelis Hakim, Lukman Bachmit saat dihubungi dari Banda Aceh, Kamis (15/7/2010).

Vonis itu empat tahun lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Jaksa sebelumnya menuntut Agus dan Nazri dihukum masing-masing 12 tahun penjara.

Menurut Lukman yang pada sidang putusan itu didampingi hakim anggota Yanti Suryani dan Iqbal Muhammad, hal meringankan kedua terdakwa adalah berlaku sopan di persidangan, masih muda, belum pernah dihukum dan masih perlu menafkahi keluarganya.

Sementara yang memberatkan, kata Lukman, perbuatan terdakwa menimbulkan tekanan berat bagi korban yang merupakan seorang mahasiswi di Kota Langsa. “Perbuatan itu juga dilakukan di Kantor Satpol PP dan WH Langsa yang seharusnya menjadi institusi penegak Syariat Islam telah tercoreng dengan perbuatannya,” ujar dia.

Kasus pemerkosaan itu terjadi pada 8 Januari 2010. Mulanya, korban ditangkap aparat WH karena diduga berkhalwat dengan seorang pria yang diakui pacarnya di Jalan PTPN-1 Langsa.

Pasangan itu ditahan di Kantor Satpol PP dan WH Langsa, untuk pemeriksaan. Pada dinihari, tiga oknum Polisi Syariat di sana (termasuk Nazir dan Agus) memerkosa mahasiwi itu di ruang tahanan yang terpisah dari pacarnya.

Saat kasus itu terungkap, seorang pelaku melarikan diri dan hingga kini masih buron. Sementara Nazir dan Agus ditangkap. Berbagai kecamanan datang dari berbagai pihak di Aceh terhadap pelaku dan lembaga Polisi Syariat itu. Sejumlah pihak menyayangkan kejadian itu karena dinilai telah mencoreng pemberlakuan Syariat Islam di Aceh.

8 Kali Perkosa Pembantu Cuma Dituntut 18 Bulan Bui

DENPASAR - I Made Astawa alias Kerek (37), harus siap mempertanggungjawabkan perbuatannya telah delapan kali memperkosa pembantu yang masih dibawah umur, sehingga ia dituntut pidana 18 bulan penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri Denpasar.

Aksi terdakwa memperkosa pembantunya sendiri, sebut saja namanya Mawar (14) terjadi pada Selasa (20 Januari lalau) sehingga ia dituntut oleh jaksa I Gusti Nyoman Widana dengan tuntutan selama 1,5 tahun atau 18 bulan.

Di hadapan majelis hakim diketuai Djumain, jaksa menegaskan aksi bejat pria asal Kabupaten Singaraja terbukti menyetubuhi anak dibawah umur sebagaimana diatur dalam pasal 287 ayat 1 KUHP.

"Terdakwa terbukti bersalah melakukan persetubuhan dengan anak di bawah umur.
Pertimbangan tersebut sesuai dengan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan, yakni saksi korban mengaku beberapa kali disetubuhi terdakwa," urai jaksa Widana, Selasa (20/07/2010).

Terdakwa dalam persidangan sebelumnya mengakui telah memaksa korban melayani nafsu birahinya di rumahnya sendiri di Perum Raya Kampial Blok O No 7, Nusa Dua. Perbuatan amorlnya itu dilakukan selama kurun 12 Januari sampai 31 Januari 2010.

Aksi bejatnya bermula saat terdakwa tertarik dengan penampilan korban sejak menjadi pembantu rumah tangga yang selaku memakai pakaian serba ketat dan seksi.
Sampai akhirnya pada 7 Januari, terdakwa mengirim pesan singkat ke telepon seluler (ponsel) korban, yang intinya terdakwa menanyakan cintanya namun korban menolak karena sudah punya pacar.

Nafsu terdakwa kian tak terbendung setelah istri terdakwa, Rita Aan Harding pulang ke Singaraja pada 12 Januari 2010. Malam harinya, bertempat di balkon lantai II rumahnya, terdakwa memaksa korban menenggak bir hitam sebanyak dua gelas besar.

Usai menenggak bir korban merasa kepalanya pusing, sehingga terdakwa langsung membawanya ke kamar anaknya yang bernama Kadek Nusa di lantai II. Dikamar itulah korban direbahkan di tempat tidur lalu terdakwa secara buas mencumbuinya hingga korban tak berdaya karena dalam keadaan tidak sadar.

Perbuatan terdakwa dilakukan berulang kali dengan cara yang sama yakni dengan memaksa korban minum bir terlebih dahulu. Akhirnya setelah tidak tahan dengan perlakuan majikannya korban mengadukan perbuatan bejat Astawa ke istri terdakwai. Sidang ditunda dan akan digelar kembali pada Selasa (27/7) mendatang, guna mendengarkan putusan majelis hakim.

Adinda, seorang remaja Bogor menjual Dirinya Rp6-7 Juta

BOGOR - Kisah Adinda si penjaja seks komersil kelas atas berlanjut. Gadis asli Bogor ini ternyata punya trik tersendiri agar pelanggan si pria hidung belang tetap memilihnya untuk berkencan.

Bukan hal  baru lagi, bila banyak pria hidung belang yang rata-rata pria paruh baya mencari gadis yang masih perawan untuk menyalurkan hasrat seksnya. Peluang inilah yang berhasil Adinda siasati.

Agar tetap laris dengan harga selangit yakni Rp6-7 juta per dua jam, Adinda rutin melakukan pengobatan. Suntik keperawanan sebutannya. "Suntikan itu berguna saat melayani pelanggan, alat kelamin akan keluar darah jadi seolah-olah masih perawan," tutur Adinda saat bertemu dengan okezone di Bogor pekan lalu.

Hasilnya trik ini sangat ampuh memperdayai pria hidung belang yang haus seks. Adinda yang biasa melayani "om-om" di Jakarta tetap laris di tiap akhir pekan. "Setiap malam minggu, saya pasti ke daerah Kemang, Jakarta Selatan untuk berpesta sekaligus mencari penghasilan," sambungnya.

Namun, suntik keperawanan ini bukannya tanpa resiko. Adinda mengaku mengalami gangguan pada alat kelaminnya. Saat berkonsultasi dengan dokter, Adinda divonis mengalami penyakit menstruasi berlebihan.

"Saya menikmati dan enjoy dengan kehidupan saya, gak peduli apa kata orang lain. Saya masih ingin seperti ini," aku Adinda.

Wow.....Ditinggal Kekasih, Gadis Bogor Itu Jadi PSK High Class

BOGOR - Gejolak remaja. Begitulah penilaian orang tua menggambarkan labilnya emosi anak muda. Suka mencoba hal baru seringkali dianggap tantangan yang harus ditaklukan.

Mirisnya, hal-hal baru yang ingin dikecap biasanya berkonotasi negatif. Tengok saja perilaku remaja termasuk ABG alias anak baru gede di perkotaan. Seks bebas, narkoba bukan barang asing lagi.

Fenomena seks bebas sudah menjalar bukan hanya jadi milik Ibukota tapi merambah ke daerah terpencil sekalipun. Setelah sedikit mengupas fenomena seks bebas di Jakarta, kini okezone coba menyusuri penjaja seks remaja di Bogor, Jawa Barat.

Sebut saja namanya, Adinda. Gadis yang putus sekolah saat duduk di bangku kelas II SMA di kota Bogor ini kini memilih menjadi pemuas hasrat seks pria hidung belang. Saat  bertemu dengan okezone di sebuah tempat di Bogor, Adinda menceritakan awal mula dirinya menjadi pekerja seks komersil.

Adinda mengisahkan, saat duduk di kelas 1 SMA, gadis berparas cantik dengan kulit putih ini mengaku berpacaran dengan pria yang umurnya jauh lebih tua. Pria mapan itu, kata Adinda selalu memenuhi tiap kebutuhannya.

"Dia mengajak saya berhubungan intim, saya mau saja," kata Adinda saat berbincang dengan okezone pekan lalu. Namun, hingga pada akhirnya pria mapan ini meninggalkan Adinda. "Saya frustasi," katanya.

Adinda sendiri berasal dari keluarga kurang mampu yang tinggal di Parung. Namun, semenjak SMA dia memutuskan untuk kost di daerah Gunung Batu, Bogor Tengah. Putus hubungan dengan pria mapan itu, berarti Adinda harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Kebetulan, di sekitar tempat kostnya, banyak dihuni pekerja seks komersil remaja termasuk para germo yang menjadi penyalurnya. Adinda pun berani mematok harga Rp6-7 juta per dua jam. "Pendapatan bersih 4-5 juta karena harus dibagi dengan germonya," jelas Adinda.

Tapi Adinda tak pernah 'beroperasi' di Bogor. Jakarta-lah yang jadi sasarannya. “Setiap malam minggu, saya pasti ke daerah Kemang, Jakarta Selatan untuk berpesta sekaligus mencari penghasilan," ujarnya.

Adinda bukanlah satu-satunya remaja di kota-kota besar yang keliru mengambil langkah. Minimnya perhatian orangtua dan pergaulan yang semakin hedonis, seakan menjadi peluang bagi Adinda dan teman lainnya untuk semakin terjerumus di dunia hitam pemuas nafsu.

Beredar Foto Bugil Mirip Agnes, Tanda Lahir Tak Cocok

JAKARTA- Foto bugil wanita mirip Agnes Monica yang beredar didunia maya, diduga adalah foto palsu alias rekayasa. Pasalnya, tanda lahir Agnes tak ada di tubuh wanita tersebut.

Hal tersebut diungkapkan road manager Agnes, Crish saat ditemui di sela acara Dahsyat, Senin (19/7/2010). “

Gak mungkin itu Agnes, tanda lahirnya saja beda,” katanya. Akan tetapi, dia tidak menyebut seperti apa tanda lahir Agnes dan di mana letaknya.

Dia melanjutkan, secara logika juga tidak mungkin Agnes mandi tapi wajahnya masih penuh dengan make up, seperti tampak dalam foto tersebut.

“Setahu gue Agnes kalau mandi, cuci muka dulu,” terangnya.

Sebelumnya beredar foto bugil seorang wanita tengah berendam di bathup tanpa mengenakan busana sama sekali, wajahnya mirip Agnes.

Senin, 19 Juli 2010

"Tertelan", Korban Stres & Takut Hamil

JAKARTA - Korban tindak pencabulan oknum Satpol PP, YA (15), merasa stres dan panik, karena usai dipaksa melakukan oral, "cairan" tersebut sempat tertelannya.

Hal itu dibenarkan oleh Kanit Reskrim Polsek Gambir AKP Mustakim di Mapolsek Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (17/7/2010).

YA, yang masih berusia di bawah umur ini berpikiran, akibat menelan cairan itu milik pelaku, akan berakibat fatal atas masa depannya.

"Korban juga ketakutan, dia katanya khawatir akan hamil," kata Mustakim kepada para wartawan.

Seperi diketahui dua aknum Satpol PP Cipto Harianto (26) dan Suharyanto (37), telah memergoki sepasang muda mudi Rm dan YA yang sedang berpacaran di kawasan Monas, sekira pukul 02.00 WIB dinihari. Namun kedua penegak disiplin ini bukan menertibkan kawasan monas dari pasangan muda-mudi itu malah memerasnya dan lantas salah satunya meminta pelayanan oral seks.

Atas perbuatannya tersebut keduanya dijerat dengan pasal 368 KUHP tentang pemerasan dan 289 KUHP tentang pencabulan dengan ancaman hukumannya masing-masing 9 tahun penjara.

Foto-Foto Bugil Manohara Beredar Lagi

JAKARTA - Manohara Odelia Pinot tersandung lagi. Kali ini foto-foto bugilnya beredar di dunia maya. Dia menegaskan foto-foto tersebut sudah pernah beredar setahun yang lalu dan kini kembali dibantahnya.

“Itu video yang dipotong-potong dan ditempelin sama fotonya Mano. Mano mau klarifikasi. Foto itu diambil dari video yang sudah tersebar setahun yang lalu,” tegas Manohara ditemui di Gedung Trans TV, Jakarta, belum lama ini.

Dia pun meminta wartawan untuk mengingat lagi. “Wartawan sudah pernah tanyain Mano setahun yang lalu,” uliknya.

Mano menegaskan dari beberapa anatomi yang terlihat di dalam foto, itu bukanlah dirinya. Foto-foto tersebut sengaja dipotong dari video, lalu seiring kasus video porno Ariel yang sedang booming, foto tersebut dikeluarkan lagi.

“Jadi ini untuk kedua kali Mano klarifikasi tentang foto tersebut. Karena dulu bentuk video yang pernah dikeluarkan dari setahun yang lalu,” kata dia.

Manohara mengaku terganggu. Dia jadi repot karena banyak yang bertanya. Wartawan menghubunginya dan kembali bertanya.

“Tapi Mano ingat ini setahun yang lalu keluar dan Mano pernah mengklarifikasi,” kata dia.

Manohara mengatakan tidak khawatir jika foto tersebut sampai ke polisi. Apalagi dia yakin itu bukan fotonya.

“Dia (polisi) juga bisa lihat videonya bukan Mano. Saya rasa video itu juga bukan aku ya,” kilahnya.

Saat ditanya dugaan apakah foto ini sengaja disebarkan oleh orang Kelantan, Mano menegaskan tak mau ambil pusing siapa yang ingin mencemarkan namanya. “I have nothing to worry about that,” kata dia.
Related Posts with Thumbnails